Dunia dan Keangkuhannya

Mungkin kali yang kesekian berapa ini,
Perhitunganku salah lagi,
Dalam menilai dunia dan keangkuhannya,
Membuatkan aku terpaku menatap langit.

Bicaralah ikhlas apa juga dimahukan,
Aku hanya percaya satu dipinta,
Bagaimana baik kamu mungkin tidak dikira,
Hanya kesempatan diundang, tidak kamu dipilih.

Terduduk di sini aku memikirkan khilafku,
Antara berusaha mengejar kehendakku,
Dengan terus menyepi hirauan tiada,
Hanya Tuhan, kesempitan ini difahami.

Bodohlah jika tetap diharapkan berlaku,
Kemahuan aku yang mengorban lainnya,
Diletak pena tandanya kesepian,
Semoga baik-baik segala ditinggalkan.

Seperti tiada nilai aku diperlakukan begini,
Dalam tidak sedar, aku berlalu pergi.

Bukan untuk Ryan,
S.H. XXXI-VII-MMXXI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *