Menjadi Bukti

Kata orang, cinta itu perlukah tenaga,
Dalam menilai tiap-tiap bicara,
Adakah benar ke hadapan tepati,
Atau cuma pelengkap rasa terkini?

Mulai saat ini, ada satu azamku,
Yakni berhati-hati penuh soal cinta,
Kerana yang terpateri mungkin di sini,
Padahal dibuat tertawa yang di sana.

Selain berjaga-jaga rapi itu,
Aku juga ingin mengharap timbal balik,
Antara kudrat terbawa demi bahagia,
Agar lain hati, ungkitan kita seadil-adilnya.

Cukuplah cinta ini untuk kita,
Sebagai tanda fitrah terlengkapi,
Oleh dua manusia yang terkial-kial lagi,
Menjadi penyaman untuk lainnya.

Semoga cinta ini menjadi bukti,
Bahawa melakukan kesalahan itu pilihan sendiri.

S.H. VIII-VIII-MMXXI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *