Mungkin Terkandas di Sini

Andai dihitung dukacita ini,
Terhadap bencinya aku akan dunia,
Pasti dihimpun agung segala nista,
Atas gagalnya aku menjadi manusia.

Pernah sekali hati ini berpanasaran,
Tatkala berjendera hebat mereka,
Di manakah salah, miring perhitungan ini?
Mungkin aku, kamu, penyebabnya?

Oh, dengarkanlah manusia seluruhnya!
Pesanan jauh terngiang daripada aku,
Sukmaku dibawa bayu merentas samudera,
Agar peringatan menjadi pembawaan.

Dulunya aku tidak terhiraukan,
Atas kesempatan mengubah kejelikan,
Mungkin dek tidak sempat sedemikian,
Hari ini, tersungkur aku ditinggalkan.

Anehnya, boleh sahaja kubangit berlari,
Namun terpilihkan kekal menuntun sesal,
Tanpa kudrat mengubah kerama ini,
Sekali lagi, nilai masaku dirosotkan hina.

Kesempurnaanmu berpijar tidak diperbanding,
Kendatipun itu, bicaralah angkuh hebat disembah,
Andai dambaan waktumu itu panjang teramat,
Maujud tiada mati sebagai amaran.

Waktumu - mungkin terkandas di sini sahaja.

S.H. XXX-VII-MMXXI
*Ditulis oleh Mohamad Asman pada tahun 2021 bagi Pertandingan Sayembara Puisi Minggu Cinta Sastera anjuran USIM Writer's Pool.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *